hai
jiwa yang kelam
kelammu
begitu indah, berwarnakan hitam bernodakan darah
hai
jiwa yang kelam
ku
ucapkan beribu cinta telah menemaniku
dalam
sepinya bilik sunyi relung sisi di jiwa ini
kelam…
kau
memang tak seperti cahaya yang selalu menghianatiku,melambungkan aku dengan sinarnya
dan meninggalkan aku saat aku mayakininya.
Kelam
mu membuatku tenang, kelammu menuntunku untuk kuat, bersamamu aku tak kenal
dengan air mata.
Kau adalah
bagian hidupku, karena cahaya hanya biasan semu dalam hidupku
Kelam,
kadangkala kau membuatku takut.
Namun,kau
selalu punya cara mengubah takutku memjadi keyakinan yang kuat pada diriku.
Kelam,
kau memang istimewa.
Kadangkala
aku juga ingin bermain dan kuat bersama cahaya, seperti aku bersamamu
Tapi,
entah mengapa cahaya hanya menyilaukan ku pada akhirnya dan saat itulah kau
bersedia menemaniku
Kelam kesayanganku
Sampaikan
untaikan kata yang takkan mungkin dapat aku ucapkan pada cahaya
Katakana
pada cahaya maukah cahaya berdampingan denganku ?
Maukah
cahaya bergandengan dengan aku dan kamu ?
Bisakah
kita bersama dalam menjalani hidupku ?
Maafkan
aku kelam kesayanganku
Bukan maksud
ku menghianati semua yang telah engkau berikan
Tapi entah
ada suatu keyakinan tersendiri disisi ini.
Andaikan
kita dapat bersama kelammu akan lebih indah dalam bilik tersembunyi ini
Kelammu
akan lebih bersinar tak hanya darah sebagai hiasan kelammu
Aku berharap
akan ada pelangi juga didalam sepinya kelammu
Aku ingin
kau juga bahagia wahai kelam
Karena
takdir kelammu bersama cahaya
Dan aku
juga ingin membuat lengkungan sabit dalam kelam mu seperti kau memberikan
lengkungan indah itu saat bersamamu
Kelam,
aku bahagia bersamamu, dan aku ingin kau bahagia bersama cahaya





